Oleh: Adi Sunarya | 1 Juli 2009

Balik lagi ke ubuntu

Setelah 5 bulan lebih berkelana mencari dan mencoba – coba distro linux yang lain, mulai dari debian 5.0 lenny, kemudian berpaling ke dekapan openSuSe 11.1, dan akhirnya untuk sementara waktu tertambat pada ArchLinux yang ringan, dan sistem rolling releasenya, sembari melirik-lirik Fedora 11 Leonidas (Sampe bela-belain download ISO DVD nya lho…walaupun belum sempet tak install, baru nyicipin yang live CD doank…hehehe…).

Akhirnya karena merasa bosen harus mengkonfigurasi manual paket – paket aplikasi yang diinstall di Arch Linux (walaupun menantang dan menyenangkan), dan mesti download dari internet paket – paket aplikasinya (gak kuat euy, cepet abis kuota im2 broomku…), disamping itu juga karena ada proyek yang harus secepatnya diselesaikan, maka saya memutuskan untuk balik lagi ke ubuntu, soalnya udah ada repository lokalnya di kampus, jadinya gak perlu download n connect ke internet buat nginstallnya…hehe…^^

Tapi tenang aja, Arch Linux dan yang lainnya gak serta merta ditinggalkan kok, Arch Linux ku masih tetep terpasang di harddisk laptop saya, berdampingan dengan ubuntu ku….

Sebenernya distro apa aja bisa n layak buat dipakai kok, saya balik lagi ke ubuntu hanya karena keterbatasan sumber daya (kuota internet) yang nggak memadai, kita bisa tetep produktif menggunakan distro apapun…

KEEP CODING N OPEN-SOURCE…

Oleh: Adi Sunarya | 29 Juni 2009

Game Puzzle-15 Sederhana menggunakan bahasa C

screenshot game puzzle-15

screenshot game puzzle-15

Sebenernya game ini adalah proyek untuk menuntaskan laporan praktikum di kampus yaitu praktikum algoritma dan pemrograman I, kebetulan ja bahasa pemrograman yang dipake bahasa C.

Saya memutuskan membuat proyek game (bukan game yang canggih lho…sederhana banget malah…hehe..^^), karena temen – temen yang lain kebanyakan bikin aplikasi perhitungan nilai mahasiswa, manajemen data siswa, perdagangan, dll… Saya pikir, kalau bikin game tu kayaknya cukup menantang dan berbeda dari yang lain. Lalu saya mencari inspirasi kemana-mana, termasuk dengan cara browsing di internet. Entah kenapa dan bagaimana, suatu ketika, kepikiran ja pengen bikin game puzzle-15, kayaknya sih karena waktu itu dapet ngeliat puzzle (entah dimana tempatnya)…

Tersedia kotak Puzzle berukuran 4 × 4 yang berisikan angka – angka dari 1 sampai 15 dan 1 buah kotak kosong, dimana angka – angka tersebut telah ditempatkan secara acak sedemikian rupa, dimana system pengacakannya bukan berdasarkan pengacakan tempat saja, namun menggunakan teknik pengacakan perpindahan kotak kosong dari posisi akhir dari urutan puzzle  yang diinginkan, dimana penggunaan metode ini dimaksudkan agar posisi dan urutan akhir yang diinginkan dapat tercapai dari posisi awal yang telah acak.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Adi Sunarya | 14 Mei 2009

IM2 Broom Menggunakan wvdial di Arch Linux

Walopun saya udah lumayan cukup lama punya n make IM2 broom unlimited (sebelumnya tak pake di ubuntu), baru sekarang kesampean buat nyobain cara install n settingnya di Arch Linux, pake wvdial. Sebenernya sih pada dasarnya cara installnya mirip atau bahkan sama dengan distro – distro linux lainnya… tapi ada beberapa setting yang cukup berbeda dari distro kebanyakan… sebagai catatan saya memakai HP (Nokia 5320 XM) buat dijadiin modem (maklum, kantong pas – pasan jadinya gak bisa beli modem khusus…hehe), saya rasa sih menggunakan modem, ataupun HP dengan tipe apapun gak jadi masalah…

oke, dengan ditancapkannya konektor kabel jaringan ke sarangnya, maka dimulailah perjuangan meng-install dan meng-konfigurasi wvdial…(hiperbola mode :: on)

Langkah #1 :

Install wvdial dan dependency-nya

$ sudo pacman -S wvdial

Langkah #2 :

Sambungkan HandPhone ke komputer  (disini saya menggunakan kabel data)
Baca Lanjutannya…

Oleh: Adi Sunarya | 5 Mei 2009

Review Arch Linux — Part 1

Diawali dari rasa ingin tahu n nyoba sesuatu yang baru (Distro linux yang baru),  jadinya saya mutusin untuk nyoba Arch Linux, awalnya sih sempet ragu – ragu juga alnya, dari beberapa referensi di internet n review – review nya, Arch linux tu bisa dikatakan kayak Linux From Scratch, jadi kita secara penuh meng-kustom arch linux kita (semuanya) mulai dari konfigurasi awal sampai nginstall Desktop Environmentnya… (kebayang gak tuh ribetnya??)… tapi entah kenapa saya ingin mencobanya ( yaah namanya tantangan mungkin).., disamping itu juga karena tergiur karena banyak yang bilang arch linux tu bagus, ringan, n dukungan komunitasnya yang sangat aktif, disamping itu juga karena konfigurasi manual (yang katanya) gampang… jadinya makin tergiur deh… Dan yang paling penting tu karena Arch linux menyediakan software – software terbaru karena ia menganut sistem rolling release…

oke, langsung aja saya download iso CD nya yang di-mirror oleh cbn.net.id di http://archlinux.cbn.net.id/iso/, CD installernya berupa network install CD jadi nya cuman base system (sistem dasar) nya aja yang diinstall, untuk yang lain yaa mesti konek ke internet buat nginstallnya… (untungnya waktu itu ada acara nginep di kampus, jadinya gak perlu repot n nunggu lama nginstallnya — internet gratis euy)..

saya rasa sih proses instalasinya gak terlalu susah, seperti kebanyakan cara nginstall linux yang lain, tahap yang paling susah mungkin tahap pemartisiannya aja (itupun gak susah – susah banget), kalo kita ngikutin arch install guide nya semua langkah – langkah akan lancar – lancar aja…

mungkin baru bisa segitu dulu review nya, lagi sibuk nih, banyak kerjaan — biasalah mahasiswa…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori