Setelah 5 bulan lebih berkelana mencari dan mencoba – coba distro linux yang lain, mulai dari debian 5.0 lenny, kemudian berpaling ke dekapan openSuSe 11.1, dan akhirnya untuk sementara waktu tertambat pada ArchLinux yang ringan, dan sistem rolling releasenya, sembari melirik-lirik Fedora 11 Leonidas (Sampe bela-belain download ISO DVD nya lho…walaupun belum sempet tak install, baru nyicipin yang live CD doank…hehehe…).
Akhirnya karena merasa bosen harus mengkonfigurasi manual paket – paket aplikasi yang diinstall di Arch Linux (walaupun menantang dan menyenangkan), dan mesti download dari internet paket – paket aplikasinya (gak kuat euy, cepet abis kuota im2 broomku…), disamping itu juga karena ada proyek yang harus secepatnya diselesaikan, maka saya memutuskan untuk balik lagi ke ubuntu, soalnya udah ada repository lokalnya di kampus, jadinya gak perlu download n connect ke internet buat nginstallnya…hehe…^^
Tapi tenang aja, Arch Linux dan yang lainnya gak serta merta ditinggalkan kok, Arch Linux ku masih tetep terpasang di harddisk laptop saya, berdampingan dengan ubuntu ku….
Sebenernya distro apa aja bisa n layak buat dipakai kok, saya balik lagi ke ubuntu hanya karena keterbatasan sumber daya (kuota internet) yang nggak memadai, kita bisa tetep produktif menggunakan distro apapun…
KEEP CODING N OPEN-SOURCE…
